Binus Alam Sutera

Binus Alam Sutera

Sunday, May 31, 2015

CB2:Kewarganegaraan Project part 4 - Mathematic Thursday shift 2 (13.00 - 13.45)

Nama : Christian Gunawan
NIM : 1801384174
Hari/Tanggal : Kamis, 28 May 2015, Shift 2 (13.00 - 13.45)

Kegiatan yang dilakukan :

Pada shift kedua hari kamis ini, kami masih melanjutkan materi dari shift sebelumnya, namun kali ini diperdalam lagi hingga dapat disesuaikan dengan materi kelas 5 SD yang akhir - akhir ini diajarkan pada pembelajaran sebelumnya. Setelah murid - murid selesai mengerjakan kertas soal yang kami berikan, lalu para murid kami tuntun dengan pembahasan dari masing - masing soal, sehingga mereka dapat mengerti soal - soal yang mereka belum terlalu pahami. Salah satu yang tersusah adalah soal yang mengenai skala jarak pada peta dan jarak sesungguhnya.

Kemudian seperti yang kami janjikan sebelumnya, 3 murid pertama yang dapat mengerjakan soal paling cepat dan seluruh jawabannya benar, akan kami berikan 3 hadiah pertama yang telah disiapkan oleh salah satu teman kami. Hal tersebut ditujukan untuk memacu pembelajaran mereka. Salah satu yang mendapatkan hadiah tersebut adalah Kareem, seorang murid cerdas yang selalu meraih salah satu peringkat tertinggi dikelasnya.

Setelah pembelajaran dan pembahasan telah usai, tidak lupa kami membantu murid - murid yang mendapatkan jadwal piket pada hari tersebut. Dan akhirnya kami semua baru selesai melakukan bersih - bersih pada jam 2 lewat. Sungguh besar semangat mereka belajar sampai rela pulang lebih lama 2 jam dari jam sekolah biasanya.

Sebelum kami pulang, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah dan kepada Pak Wanta yang sudah mengizinkan kami untuk mengajar mereka walaupun hanya untuk sebentar saja. tidak lupa kami juga mendokumentasikan foto kami dengan beberapa murid beserta Pak Wanta. Dan akhirnya selesailah proses pengajaran project kami.
















Materi yang diajarkan :

Di shift terakhir kami, kami memberikan materi yang lebih diperdalam lagi, yaitu soal - soal tentang cara menggambar bangun ruang balok, menghitung volume balok, penjumlahan pengurangan pecahan desimal, cara menggambar lingkaran dan sifat - sifatnya, kemudian menghitung luas lingkaran tersebut. Lalu dilanjutkan dengan pembahasan dari masing - masing soal agar mereka lebih mengerti lagi, dan kami ajarkan cara yang lebih cepat dari metode biasa yang mereka pakai sebelumnya agar dikemudian hari mereka dapat mengerjakan soal dengan lebih efisien.













Pengalaman berkesan :

Pengalaman berkesan yang saya dapatkan dari seluruh kegiatan project ini adalah, meskipun mereka memiliki keterbatasan materi dan lingkungan yang kurang baik, mereka tetap ingin belajar lebih lagi. Hal tersebut merupakan contoh yang sangat baik. Kemudian saat kami mengucapkan salam terakhir kali pada murid - murid kami, mereka tetap mengharapkan kami untuk datang kembali suatu saat dikemudian hari, untuk mengajar mereka lagi. Kami pun kemudian berencana untuk kembali mengunjungi mereka suatu saat nanti.

CB2:Kewarganegaraan Project part 3 - Mathematic Thursday shift 1 (12.20 - 13.00)

Nama : Christian Gunawan
NIM : 1801384174
Hari/Tanggal : Kamis, 28 May 2015, Shift 1 (12.20 - 13.00)

Kegiatan yang dilakukan :

Pada hari kamis ini, kami mengambil shift pertama yang dimulai setelah pulang sekolah jam 12 hingga jam 1 siang. Hal ini ditujukan agar kami tidak menganggu jam pelajaran sekolah, dan memberikan pengetahuan lebih diluar jam pelajaran. Meskipun setelah jam pulang sekolah, murid - murid tetap menunggu kedatangan kami, dan mereka rela menghabiskan waktu bersama kami untuk belajar lebih dalam lagi di pelajaran matematika. Sebelum kami masuk kekelas, tidak lupa kami menyapa guru - guru dan kepala sekolah yang sedang berada di ruang guru. Dan setelah itu baru kami bertemu dengan Pak Wanta yang sedang mengajar di kelas 2 SD, untuk kemudian mengantarkan kami lagi ke kelas 5.

Kemudian kami memulai pembelajaran, kali ini kami sudah mempersiapkan kertas berisikan soal - soal. Materi perkalian dirasa perlu diberikan karena pada pembelajaran sebelumnya, masih ada beberapa anak yang masih belum dapat menguasai materi perkalian dan pembagian tersebut. Tidak hanya itu, kami memberikan sejumlah hadiah berupa Botol minum / Tempat makanan yang telah disediakan oleh salah satu teman kami, Helena. Hal ini untuk memancing niat belajar murid agar mereka cepat dan lebih terdorong untuk menyelesaikan soal - soal yang kami berikan.

Materi yang diajarkan :

5 soal pertama yang diberikan adalah tentang materi dari penjumlahan / pengubahan pecahan, lalu perkalian 2 pecahan desimal, penjumlahan pecahan desimal, soal cerita tentang perkalian dan penjumlahan, dan ukuran jarak peta dengan jarak sesungguhnya.

Sejumlah materi yang diberikan adalah materi dasar, yang dirasa diperlukan oleh murid - murid berdasarkan hasil ambil nilai pada pembelajaran sebelumnya, beberapa anak masih belum dapat menguasai materi perkalian dan pembagian. Sehingga kami memutuskan untuk mengajarkan materi dasar untuk memperkuat fondasi / dasar mereka yang akan berguna sampai nanti dewasa dikemudian hari.
















Pengalaman berkesan

Pengalaman berkesan hari ini adalah meskipun mereka sudah pulang sekolah, dan seharusnya boleh pulang cepat, ternyata tidak ada satupun dari mereka yang pulang terlebih dahulu, bahkan mereka menyisakan waktunya untuk belajar lebih lagi bersama kami. Hal seperti ini sudah jarang ditemukan bila dikota besar / di sekolah - sekolah swasta lainnya. Menurut saya hal - hal kecil seperti ini haruslah dijaga, dan pasti akan berguna di suatu hari nanti.

CB2:Kewarganegaraan Project part 2 - Mathematic shift 2 (11.25 - 12.05)

Nama : Christian Gunawan
NIM : 1801384174
Hari/Tanggal : Selasa, 26 May 2015, Shift 2 (11.25 - 12.05 [Pulang Sekolah])

Kegiatan yang dilakukan :

Pada shift kedua hari selasa ini, kami melanjutkan kegiatan belajar mengajar hingga nanti pulang sekolah. Murid - murid SDN Panunggangan 11 mulai terbiasa dengan cara mengajar kami, kami sebelumnya akan meminta murid untuk mencatat materi terlebih dahulu, lalu kami berlima akan berkeliling untuk membantu murid - murid yang kurang pandai menggambar bangun ruang, dan membantu mereka untuk mencatat agar pembelajaran lebih efisien.

Kemudian, setelah itu, kami akan memberikan beberapa soal latihan / soal materi yang sudah diberikan sebelumnya, agar mereka dapat mengingat dan mengetahui jenis - jenis soal. Dari hasil pembelajaran, kami menemukan ada beberapa murid yang pandai dan cepat mencerna materi dengan mudah, dan mereka sangat antusias dalam proses belajar mengajar dan ada juga beberapa murid yang masih dapat dibilang nakal dan jahil pada saat proses pembelajaran. Rata - rata dari mereka banyak yang masih belum menguasai teknik dasar perkalian dan pembagian sehingga proses pembelajaran tidak dapat dilakukan dengan cepat.

Setelah pembelajaran, lalu pulang sekolah, kami membantu murid - murid yang bertugas piket pada hari tersebut. Ruangan mereka sangat kotor dan kotoran dimana - mana. Mungkin ruangan tersebut sudah lama tidak dibersihkan oleh pihak sekolah, dan hanya mengandalkan piket dari murid - murid yang bertugas saja.












Materi yang diajarkan :

Pada shift kedua ini, materi yang kami ajarkan adalah sifat - sifat bangun ruang kerucut dan limas segi empat. setelah murid - murid selesai mencatat sifat - sifat materi yang kami berikan, kemudian kami melakukan beberapa tes soal dengan rumus dari bangun ruang tersebut, untuk melihat sejauh mana murid - murid sudah menangkap materi pelajaran ini. Kemudian sebelum pulang sekolah, kami berlima mengajukan 1 soal untuk diambil nilai, yaitu tentang volume bangun ruang kubus, materi kubus sangatlah mudah, karena hanya perkalian saja, tetapi meskipun begitu, masih banyak murid yang masih salah hitung, dan ada yang belum tahu rumus dari bangun ruang tersebut.


Pengalaman berkesan :

Pengalaman berkesan kali ini muncul saat selesai kegiatan sekolah, saya pribadi mengira kami akan langsung meninggalkan ruangan langsung, dan murid - murid pulang. Ternyata tidak, murid - murid diajarkan untuk selalu membersihkan kelas sebelum pulang sekolah agar kelas tidak terlalu kotor. Walaupun yang ditugaskan adalah mereka yang terdaftar pada jadwal piket saja, tetapi tentu saja hal ini adalah hal yang baik untuk menciptakan karakter murid - murid di kemudian hari, terutama saat sudah dewasa. Sungguh kebiasaan yang patut untuk ditiru bagi sekolah - sekolah lain.


Saturday, May 30, 2015

CB2:Kewarganegaraan Project part 1 - Mathematic shift 1 (10.45 - 11.25)

Nama : Christian Gunawan
NIM : 1801384174
Hari/Tanggal : Selasa, 26 May 2015, Shift 1 (10.45 - 11.25)

Pada kesempatan yang diberikan oleh program CB2:Kewarganegaraan kali ini, kami berlima melakukan kegiatan belajar-mengajar untuk Sekolah Dasar kelas 5 di SDN Panunggangan 11 yang terletak tidak jauh dari BINUS, tepatnya terletak di Jl. Kyai Maja, Kota Tangerang, Kota Tgr., Indonesia 15143.

Meskipun sekolah ini terletak tidak jauh dari Alam Sutera yang berupa daerah penuh mewah, tetapi bila kita pergi keluar wilayah Alam Sutera sedikit saja, kita sudah dapat menemukan pemukiman yang masih dapat dibilang sederhana, contohnya adalah sekolah gratis dimana kami mengajar. Sebelumnya sekolah ini adalah sekolah yang tidak gratis, namun ketika sekolah ini diubah menjadi sekolah gratis, kebersihan dan perawatan gedung pun lama - kelamaan terkikis oleh waktu.



Kegiatan yang dilakukan :

Pertama - tama kami menuju ke ruang kepala sekolah terlebih dahulu, untuk bertemu dengan salah satu guru yang mengajar di sekolah tersebut, yang sebelumnya sudah kami kontak, yaitu Pak Wanta. Kami ingin memastikan dan menyerahkan surat izin yang sudah disetujui oleh pihak Binus dan dosen mata kuliah CB2: Kewarganegaraan kami, Pak Dalmeri. Setelah itu kami semua di briefing terlebih dahulu oleh Pak Wanta, untuk bahan pelajaran pada hari tersebut, yaitu Matematika. Pak Wanta sangat menerima kami dengan baik dan tulus, sehingga beliau memperbolehkan kami mengajar tanpa adanya prosedur yang rumit.

Lalu kemudian kami diajak menuju ruang kelas 5 SD dimana kami akan mengajar. Anak - anak tampak bingung pada saat pertama kami memasuki ruangan kelas. Kemudian kamipun memperkenalkan diri kami terlebih dahulu sebelumnya, dan barulah setelah itu kami memulai kegiatan belajar - mengajar.

Materi yang diajarkan :

Pada shift kali ini, kami berlima mengajarkan salah satu materi bangun ruang, lebih spesifiknya, kami mengajarkan sifat - sifat bangun ruang tabung untuk dicatat pada buku catatan murid, setelah itu, memberikan beberapa pertanyaan tentang materi tersebut.



Pengalaman berkesan :

Pengalaman berkesan pada shift kali ini adalah pada saat kami memasuki ruangan kelas tersebut, kami mengira tadinya kami tidak akan terlalu diterima oleh murid - murid di sekolah ini, tetapi ternyata mereka sangat antusias dan menerima kami dengan baik.


Monday, March 16, 2015

Run For Leprosy Event !!

Nama : Christian Gunawan
NIM : 1801384174

Nomor Peserta Lari : 5523

Jurusan : Teknik Informatika 2nd Semester

Hari Minggu 15 Maret 2015, saya mengikuti Charity Event Run For Leprosy yang diadakan oleh Teach For Indonesia yang didukung oleh Universitas Bina Nusantara. Acara ini juga didukung oleh banyak sponsor yang akhirnya berhasil mensukseskan segala rangkaian acara yang telah disusun. Acara ini diselenggarakan untuk membantu mencari dana yang akan diserahkan pada para penderita penyakit kusta (Leprosy) dan serta memberikan pengetahuan tentang kusta. Dalam acara ini, juga diramaikan oleh banyak hiburan, mulai dari Music Performance, Stand - stand sponsor. Para peserta didominasi oleh generasi muda dan mahasiswa Binus University yang sangat antusias untuk mengikuti acara ini.

Saya sendiri mengikuti acara ini bersama dengan 13 teman saya yang lain, membuat 1 grup yang dipimpin oleh Billy Darmawan (5521). Untuk mengikuti acara ini, saya dan 4 teman saya yang lainnya juga menginap disebuah apartemen dekat Binus agar tidak terlambat hadir pada saat acara. Pagi - pagi kami sudah bangun untuk menyiapkan segala perlengkapan yang diperlukan untuk mengikuti acara Run For Leprosy ini. Sesampainya kami di Binus pada pukul setengah 6 pagi hari, sudah banyak orang berkumpul, setelah sambutan dari host panitia, kamipun mengantri di halaman parkir Binus, siap untuk memulai kegiatan lari ini. Hampir 8000 peserta memenuhi antrian dan akhirnya acara ini pun dimulai. 

Acara ini sungguh tersusun dengan rapi, sehingga tidak ada masalah yang serius terjadi pada saat acara. Dan banyak panitia juga yang siap di sepanjang jalan untuk menyemangati dan memberikan minuman untuk kami menambah energi lagi. Meskipun lelah, dan sangat ramai, tapi kami sungguh menikmati dan semangat berlari hingga garis finish. Saya hanya dapat menempuh lintasan dalam waktu 46 menit, tetapi pengalaman ini sungguh berkesan untuk saya dan teman - teman saya.












Pesan dari saya mungkin panitia harus lebih bisa meminimalisir kesalahan - kesalahan kecil pada penyusunan attribute / race pack pelari, karena beberapa dari teman saya, ada yang tidak mendapatkan baju ukuran XL sehingga harus memaksakan memakai baju ukuran L, lalu saya sendiri juga mengalami hal yang sama, Tas race pack saya hanya memiliki 1 tali sehingga tidak memungkinkan saya untuk membawa tas tersebut pada saat saya membutuhkannya. Lalu panitia juga seharusnya lebih mengenalkan sosialisasi penyakit kusta pada saat acara, sehingga para peserta pun menjadi lebih tahu lagi. Meskipun begitu, overall acara ini sudah berjalan dengan baik dan lancar, sehingga saya cukup puas akan hal tersebut.


Berikut merupakan pengetahuan tentang penyakit kusta :

Penyakit kusta atau juga dikenali sebagai penyakit Hansen dan juga Leprosy, merupakan penyakit berjangkit yang disebabkan oleh Mycobacterium Leprae. Nama penyakit Hansen datang daripada orang yang menjumpai Mycobacterium leprae, G.A.Hansen. Pengidap penyakit Hansen biasanya dipanggil pesakit kusta atau dalam bahasa Inggeris lepers, walaupun penggunaan istilah lepers semakin ditinggalkan kerana jumlah pesakit yang berkurangan dan sebagai mengelak stigma buruk yang dikaitkan dengan pesakit kusta.

Kusta merupakan penyakit menahun yang menyerang syaraf tepi, kulit dan organ tubuh manusia yang dalam jangka panjang mengakibatkan sebagian anggota tubuh penderita tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Meskipun infeksius, tetapi derajat infektivitasnya rendah. Waktu inkubasinya panjang, mungkin beberapa tahun, dan tampaknya kebanyakan pasien mendapatkan infeksi sewaktu masa kanak-kanak.



Meskipun cara penularannya yang pasti belum diketahui dengan jelas, penularan di dalam rumah tangga dan kontak/hubungan dekat dalam waktu yang lama tampaknya sangat berperan dalam penularan kusta.Cara-cara penularan penyakit kusta sampai saat ini masih merupakan tanda tanya. Yang diketahui hanya pintu keluar kuman kusta dari tubuh si penderita, yakni selaput lendir hidung. Tetapi ada yang mengatakan bahwa penularan penyakit kusta adalah melalui sekresi hidung, basil yang berasal dari sekresi hidung penderita yang sudah mengering, diluar masih dapat hidup 2–7 x 24 jam. Kontak kulit dengan kulit. Syarat-syaratnya adalah harus dibawah umur 15 tahun, keduanya harus ada lesi baik mikoskopis maupun makroskopis, dan adanya kontak yang lama dan berulang-ulang.

Tanda-tanda seseorang menderita penyakit kusta antara lain, kulit mengalami bercak putih, merah, ada bagian tubuh tidak berkeringat, rasa kesemutan pada anggota badan atau bagian raut muka, dan mati rasa karena kerusakan syaraf tepi. Gejalanya memang tidak selalu tampak. Justru sebaiknya waspada jika ada anggota keluarga yang menderita luka tak kunjung sembuh dalam jangka waktu lama. Juga bila luka ditekan dengan jari tidak terasa sakit.

Kelompok yang berisiko tinggi terkena kusta adalah yang tinggal di daerah endemik dengan kondisi yang buruk seperti tempat tidur yang tidak memadai, air yang tidak bersih, asupan gizi yang buruk, dan adanya penyertaan penyakit lain seperti HIV yang dapat menekan sistem imun. Pria memiliki tingkat terkena kusta dua kali lebih tinggi dari wanita.


Komitmen Saya terhadap Kusta :

  1. Saya akan selalu mendukung program - program yang dilakukan oleh organisasi - organisasi untuk membantu teman - teman kita yang terkena penyakit kusta.
  2. Saya akan berusaha mengurangi beban dan penderitaan penderita kusta dengan berbagai usaha dan aksi nyata.
  3. Kita tidak seharusnya membiarkan mereka yang diluar sana terjangkit penyakit kusta semakin menderita dan tidak ada yang mempedulikan mereka, kita harus memulai aksi seperti acara Run For Leprosy ini untuk membantu meringankan penderitaan mereka.
  4. Saya akan berusaha untuk mensosialisasikan penyakit ini kepada orang - orang yang belum mengetahui lebih jelas lagi tentang penyakit ini, sehingga dapat lebih mengetahui dan bisa membantu mereka yang terjangkit penyakit kusta.

Saran saya untuk sosialisasi yang baik terhadap penyakit kusta : 

Tentunya dengan menyelenggarakan lebih banyak lagi acara seperti Run For Leprosy ini, ditambah dengan ide - ide yang menarik sehingga kita dapat meringankan beban mereka yang terkena panyakit ini. Dengan memberikan mereka perhatian dan bantuan yang cukup, menurut saya itu sangatlah berarti untuk mereka.

Selain itu, dapat juga diadakan seminar pengetahuan penyakit kusta juga, baik terhadap orang - orang yang belum tahu, ataupun orang - orang yang terkena penyakit itu sendiri. Kita harus mengajarkan bagaimana mereka dapat tetap berkontribusi dalam kemasyarakatan, bukan semakin terpuruk dimakan waktu.

Tuesday, February 3, 2015

Chapter 13 Answers

Nama: Christian Gunawan
NIM: 1801384174

Kali ini saya akan menjawab Assignment #13 dari Chapter 13 Programming Language Concepts R Sebesta :


Review Questions #6-10 :

6. Describe the logical architecture of a vector processor.

Vector processor have groups of registers that store the operands of a vector operation in which the same instruction is executed on the whole group of operands simultaneously. Originally, the kinds of programs that could most benefit from this architecture were in scientific computation, an area of computing that is often the target of multiprocessor machines.


7. What is the difference between physical and logical concurrency?

Physical concurrency – Multiple independent processors (multiple threads of control)
Logical concurrency – The appearance of physical concurrency is presented by time-sharing one processor (software can be designed as if there were multiple threads of control)


8. What is a thread of control in a program?

A thread of control in a program is the sequence of program points reached as control flows through the program.


9. Why are coroutines called quasi-concurrent?
Because they have a single thread of control.


10. What is a multithreaded program?
A program designed to have more than one thread of control.


Problem Set #6-10 :

6. Suppose two tasks, A and B, must use the shared variable Buf_Size. Task A adds 2 to Buf_Size, and task B subtracts 1 from it. Assume that such arithmetic operations are done by the three-step process of fetching the current value, performing the arithmetic, and putting the new value back. In the absence of competition synchronization, what sequences of events are possible and what values result from these operations? Assume that the initial value of Buf_Size is 6.
The idea here is that the add and subtract operations are not atomic, and could be interrupted in mid-operation, when the other task could then run. If A runs to completion, then B runs to completion, Buf_Size has the value 7 (6 + 2 – 1). Similarly if B runs to completion then A runs to completion. If A or B get interrupted in the middle of adding or subtracting, then whichever task finishes last will determine the value in Buf_Size. If A runs but is interrupted after it fetches Buf_Size but before it stores the modified value (allowing B to fetch Buf_Size), or if B runs first and is interrupted after the fetch but before the store, allowing A to fetch Buf_Size, then if A finishes last Buf_Size will have value 8, and if B finishes last Buf_Size will have value 5.


7. Compare the Java competition synchronization mechanism with that of Ada.
Java methods (but not constructors) can be specified to be synchronized. A synchronized method called through a specific object must complete its execu- tion before any other synchronized method can run on that object. Competition synchronization on an object is implemented by specifying that the methods that access shared data are synchronized.
The competition synchronization mechanism of the Ada Language is intended to provide a facility for tasks to synchronize their actions. Accept and select statements are the two main features of the language that deal with the issue of synchronization This paper points out one major problem that arises in connection with these features and proposes a possible solution to it.


8. Compare the Java cooperation synchronization mechanism with that of Ada.
Cooperation synchronization in Java is implemented with the wait, notify, and notifyAll methods, all of which are defined in Object, the root class of all Java classes. All classes except Object inherit these methods. Every object has a wait list of all of the threads that have called wait on the object.
In Ada, cooperation synchronization is required between two tasks that when the second task must wait for the first task to finish executing before it may proceed.


9. What happens if a monitor procedure calls another procedure in the same monitor?
Because the access mechanisms are part of the monitor, implementation of a monitor can be made to guarantee synchro- nized access by allowing only one access at a time. Calls to monitor procedures are implicitly blocked and stored in a queue if the monitor is busy at the time of the call.


10. Explain the relative safety of cooperation synchronization using semaphores and using Ada’s when clauses in tasks.
As soon as we start using concurrent threads, we need to think about various issues that fall under the broad description of thread safety. Generally, we need to take steps to make sure that different threads don't interact in negative ways:
-if one thread is operating on some data or structure, we don't want another thread to simultaneously operate on that same data/structure and corrupt the results;
-when Thread A writes to a variable that Thread B accesses, we need to make sure that Thread B will actually see the value written by Thread A;

-we don't want one thread to hog, take or lock for too long a resource that other threads need in order to make progress.

Sunday, January 25, 2015

Chapter 12 Answers

Nama: Christian Gunawan
NIM: 1801384174

Kali ini saya akan menjawab Assignment #12 dari Chapter 12 Programming Language Concepts R Sebesta :

Review Questions #6-10 :

6. Describe a situation where dynamic binding is a great advantage over its absence.

There is a base class, A, that defines a method draw that draws some figure associated with the base class. A second class, B, is defined as a subclass of A. Objects of this new class also need a draw method that is like that provided by A but a bit different. With overriding, we can directly modify B’s draw function. But without it, we either make a specific function in A for B and inherit it.


7. What is a virtual method?

A virtual method is a declared class method that allows overriding by a method with the same derived class signature. Virtual methods are tools used to implement the polymorphism feature of an object-oriented language, such as C#. When a virtual object instance method is invoked, the method to be called is determined based on the object's runtime type, which is usually that of the most derived class.


8. What is an abstract method? What is an abstract class?

An abstract method is a method which all descendant classes should have. An abstract class is a class which has abstract method.


9. Describe briefly the eight design issues used in this chapter for object-oriented languages.
-What non-objects are in the language?
-Are Subclasses Subtypes? If so, derived objects can be legally used wherever a parent object could be used.
-Type Checking and Polymorphism
-Single and Multiple Inheritance. Inherit from 1 (or more than 1) parent.
-Object Allocation and Deallocation. Are objects allocated from heap or stack.
-Dynamic and Static Binding. When are messages bound to methods, before or during run-time?
-Nested Classes. Can a class be nested inside another class?
-Initialization of Objects. Are objs init'd when created? Implicit or explicit?


10. What is a nesting class?

A nesting class is a class defined inside another class.


Problem Set #6-10 :

6. Compare the multiple inheritance of C++ with that provided by interfaces in Java.

C++ inheritance is implementation inheritance. That is, a class inheriting from two of more superclasses actually inherits the code from those classes. Java’s interface mechanism is an interface inheritance. That is, a class implementing two or more interfaces simply inherits (and must provide its own implementations for) the methods of the interface.


7. What is one programming situation where multiple inheritance has a significant advantage over interfaces?

When two or more parent classes are derived from one grandparent class and has one child (diamond problem).


8. Explain the two problems with abstract data types that are ameliorated by inheritance.
The problems solved are reusability of code and "extensibility". Reusability because one won't have to copy/paste his code from one data type to another, allowing for a greater readability. Extensibility because a method can accept a certain class as an argument, and get a child class of this one. This will allow the user to have a wider set of functionality, but the method will still be able to know that the entities it relies on are present.


9. Describe the categories of changes that a subclass can make to its parent class.
Subclasses can add things (variables, methods). Subclass in C++ can effectively remove a method using "private" inheritance. Inherited methods can be overridden.


10. Explain one disadvantage of inheritance.

Language & implementation complexity. The shared inheritance problem of multiple inheritance. Subclass is dependent upon its base class (which might change over time).